.

Personal Diary: Iming-Iming Reward BCA Berujung Dua Polis Asuransi

Sunday, 5 September 2021

Beberapa minggu yang lalu, gue ditelepon oleh oknum yang mengaku-ngaku sebagai karyawan BCA. Terus dia menawarkan reward BCA sekian persen yang katanya akan dikirimkan ke rekening tabungan BCA. Syaratnya cukup simpel, yaitu cukup dengan menyisakan limit kartu kredit minimal Rp500,000. Awalnya gue pikir, kalau cuma gitu sih gue juga bisa penuhin syaratnya, toh setiap bulan pengeluaran kartu kredit gue ngga lebih dari 50%. Di sini nggak ada obrolan yang mengarah ke penerbitan polis asuransi atau apa pun. 

Dengan polosnya gue iya-iyain aja, dan karena ditelepon sambil kerja, sebenarnya sempat gue putusin juga pas di tengah-tengah dia minta persetujuan ini-itu. Sekitar seminggu kemudian, gue nerima dokumen dari Prudential. Sebelumnya gue emang udah jadi nasabah Prudential, jadi gue pikir itu dokumen dari polis yang sama dan gue diemin beberapa hari. Tapi karena feeling gue ga enak, akhirnya gue baca, ternyata dikasih buku polis baru, Entah bagaimana dua polis sekaligus pula. 

Masa iya gue mau bayarin tiga polis sekaligus? Ini mah bukan asuransi untuk menanggung hidup, tapi hidup untuk menanggung asuransi :'D

Travel Diary: Penang Island (Day Two)

Tuesday, 19 June 2018

Let's jump in the story when I was in Penang Island . .

Our second day in Penang is more meaningful as we "booked" Ah Zheng for full day trip. He brought us from places to places. Ah Zheng gave us per hour price hahaha, so we must not waste our time for this trip.

Before we started our trip, Ah Zheng brought us to eat another cah kwetiau, but too bad I don't know where it is. WHAT KIND OF BLOGGER YOU ARE?! :3

Another cah kwetiau

Melon snow flakes

Travel Diary: Penang Island (Day One)

Monday, 18 June 2018

I have a long story after my hiatus on this blog, so i'm gonna section per day for this travel trip (to fill this blog with more post). Hohohoho . . 

On first day of the trip, we visited Dad's favourite Yong Tahu restaurant, Ah Koong, once we arrived in Johor Bahru and before we go to Senai Airport. Whenever I come, this restaurant always so crowd and i realized this restaurant is pretty famous, you just need to tell the drivers "Ah Koong fishball" and they'll take you there.



Ah Koong Restaurant

Personal Diary: Diana Dipanggil Interview #cihuy

Tuesday, 7 November 2017

Seperti yang tertulis pada judul postingan kali ini. Gue mau mengabarkan kabar gembira bahwa kulit manggis kini ada ekstraknya akhirnya ada yang mau nginterpiu gue, huahahaha. Senangnya iyaiyalah. Dengan diselenggarakannya interview ini, maka gue bisa membuktikan satu hal: ga ada yang salah sama pas foto gue.

Oke, Sebenernya postingan ini tidak semenggembirakan judulnya yang pake cihuy-cihuy. Interview pertama itu nggak bikin gue segugup yang gue kira, tapi keadaan gue memperburuk segalanya:

Jadi, tiga hari lalu gue ngirim lamaran ke salah satu perusahaan di Batam Centre dan kemaren gue dapet telepon panggilan interview di perusahaan tersebut. Kantornya cukup jauh dari lokasi gue, jadi gue pake Go-Jek nih. Berhubung gue cuma pergi sendiri dan nggak tau-tau jalan amat, cece gue nggak ngizinin gue naik Go-Car, katanya bahaya kalo sendirian. Jadi, gue ngebook Go-Ride. Oiye, ini juga pertama kalinya gue pake Go-Ride, dapetnya driver cewek lagi. Baru aja gue Mbak Go-Ride nyampe di depan rumah, langsung ujan tiba-tiba. Ini gue ato si mbak yang harusnya mandi kembang? Mana si mbak lupa bawa jaket hujan. Gue gak enak juga kalo cancel Go-Ridenya, si Mbak kan udah ujan-ujanan buat jemput gue. Gue masuk ke dalem rumah buat mandi kembang minjem jaket temen gue (maklum ane cuma punya bomber ga berguna). Gue kira ujannya bakal anteng dikit lah, makin jauh makin deras pula rupanya. Alhasil, jaket temen gue juga gak guna-guna amat, gue sukses basah kuyup.

Si Mbak Go-Ride rupanya juga kurang tau sama jalan kawasan industri di Batam Centre, jadi gue sama Mbak Go-Ride udah kayak dua solmet explorer, Dora sama Boots, kita muter-muter kalap sambil nanya sana-sini, ujan-ujanan, ketemu preman lagi.

Personal Diary: Perenungan Hidup Diana

Friday, 3 November 2017

Beberapa hari ini, gue semakin sering kepikiran akan dosa-dosa gue, rasanya tingkat kekhilafan gue yang menghindari keluarin duit itu udah mencapai tingkat akut. Kemaren gue tersadari akan hal-hal itu sehabis ngisi soal ujian agama, perenungan diri gue menyadarkan gue akan dosa dan dosa. Alhasil, lembar jawaban ujian gue lebih mirip surat curhatan ke dosen. Betapa hinanya gue mengingat di hari Kathina kemaren gue cuma berdana goceng, yang akhirnya gue tambahin jadi delapan ribu cuma gara-gara gamau ketauan isi angpao gue ketipisan.

Semakin lama gue semakin pelit. Kalo dulu gue ngata-ngatain Eyon di LDP, sekarang dia lebih mirip panutan hidup gue. Serba tidak mau rugi. Gue jadi kuper abis, mengurung diri di rumah kontrakan biar gausah keluarin duit. Demi Tsubasa, hina sekali diriku ini. Ditanyain nyokap mau nitip apa kalo bokap ngunjungin gue, yang gue minta cuma kwetiau instan. Si bokap juga beneran aja bawain kwetiau instan satu kardus dari kampung, huahahahaha.

Personal Diary: Setelah 27 Hari Jauh dari Rumah

Wednesday, 30 August 2017

July 30th,
Gue akhirnya berangkat ke Batam untuk melanjutkan kuliah. Tanggal 31 itu jadwalnya Pelatihan Kerja dari UIB yang wajib diikutin sama MABA dari luar Batam. Kenapa ada Pelatihan Kerja segala? Karena mayoritas anak kuliahan di Batam itu ambil kelas malam, jadi paginya bisa bekerja. Oleh karena itu, kita dibekali dulu dari awal. SETRONG!

Dari Balai ke Batam itu nggak nyampe 2 jam, di atlas Kepri aja ga nyampe sesenti. Gue nyewa rumah bareng 2 temen gue dan cece gue di deket kampus. Dengan adanya mereka, hidup gue di sana berasa lebih mudah dan nggak sepi. Jadi, emang cerita gue selama di sana emang nggak sedramatis mereka yang merantau hingga ke Kamboja kota-kota besar atau luar negeri.


Tapi bagaimanapun, ada beberapa hal nyesek yang akhirnya gue rasain setelah gue jauh dari rumah.

Duit yang nggak cukup-cukup
Hal yang pertama kali terjadi pas elu baru aja pindahan, dari anak rumahan jadi anak kosan, adalah duit yang mendadak hilang misterius. Karena serba tidak punya, gue akhirnya ngerti apa yang orang-orang sebut memulai hidup dari awal, yaitu membeli semua kebutuhan hidup elu dari nol. kadang kita sampe nggak nyadar kalo kebutuhan sehari-hari itu kita tanggung sendiri, sehingga pas belanja itu seenak jidat aja ngambilnya. Eh, sedikit-demi-sedikit-lama-lama-menjadi-bukit, duit kita sudah habis duluan sebelum tanggal tua. Belum lagi microphone hape gue pake rusak segala, laptop cece gue juga rusak mendadak, lampu kamar pun konslet mendadak. Nyesek banget semuanya rusak mendadak begini. Apa jangan-jangan gue terkutuk, ya?

Travel Diary: Lagoi Bay

Monday, 15 May 2017

Hello, there.
I've done my national exam last month. I've got the result about two weeks ago, and knowing that I've  finally passed the three years highschool-ing live makes me feel like an unemployed somehow--I'm kind of free almost all the time.
So, my mom's family was planned to celebrated the Mother's Day on 13th May--a day earlier than the actual date--for my grandma. She's aboout 70s as I remembered and it's been three years since the last time I got there, so my mom brought me along. I was later informed that one of my lil cousin is going to performs for the Vesak Day's Bazaar in Lagoi. It's the free bus for everyone--I'm really lucky this time :D

The red-circled is where the famous Treasure Bay is. The one that I went was the black-circled one, which is Plaza Lagoi area.
I'm really excited knowing that I'll visit the one of the best beach in Indonesia, so I take a lot of pictures there. But too bad, I wasn't went for swimming but attending the bazaar, so there's not really much sea-thing-experience for this trip since it's a sudden trip and I don't even bring extra clothes--and you can't go on with crazy plans on your head when your mom's around :'(

Taken from the drop and pick-up point outside the Plaza, the building across there is Grand Lagoi Resort

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS