Beberapa minggu yang lalu, gue ditelepon oleh oknum yang mengaku-ngaku sebagai karyawan BCA. Terus dia menawarkan reward BCA sekian persen yang katanya akan dikirimkan ke rekening tabungan BCA. Syaratnya cukup simpel, yaitu cukup dengan menyisakan limit kartu kredit minimal Rp500,000. Awalnya gue pikir, kalau cuma gitu sih gue juga bisa penuhin syaratnya, toh setiap bulan pengeluaran kartu kredit gue ngga lebih dari 50%. Di sini nggak ada obrolan yang mengarah ke penerbitan polis asuransi atau apa pun.
Dengan polosnya gue iya-iyain aja, dan karena ditelepon sambil kerja, sebenarnya sempat gue putusin juga pas di tengah-tengah dia minta persetujuan ini-itu. Sekitar seminggu kemudian, gue nerima dokumen dari Prudential. Sebelumnya gue emang udah jadi nasabah Prudential, jadi gue pikir itu dokumen dari polis yang sama dan gue diemin beberapa hari. Tapi karena feeling gue ga enak, akhirnya gue baca, ternyata dikasih buku polis baru, Entah bagaimana dua polis sekaligus pula.
Masa iya gue mau bayarin tiga polis sekaligus? Ini mah bukan asuransi untuk menanggung hidup, tapi hidup untuk menanggung asuransi :'D
Tanpa nunda-nunda lagi, gue googling dulu karena gak tau siapa yang harus gue hubungi. Thanks to this post, yang mendeskripsikan keseluruhan alur yang gue alami dan memberikan arahan sangat jelas mengenai penyelesaian kasus ini. Hahaha..
Singkatnya, kalau menemui kasus yang sama seperti ini tinggal hubungi langsung ke customer line Prudential saja, ga perlu menghabiskan waktu untuk menelepon pihak BCA karena mereka hanya sebagai mediasi pembayaran polis tersebut. Kalau ngga punya telepon rumah kayak gue, harusnya kalian akan sangat lega mengetahui ini sebelum mengambil langkah untuk menelepon bank *ya'll know how long it would take to talk to bank CS*.
Untuk kontak Prudential, bisa ditemukan dengan mudah di official website atau buku polis.
Customer line: 1500085Email: customer.idn@prudential.co.idJam kerja: Customer Care Centre - Senin-Jumat: Pk. 09.00 - 12.00 WIB, Customer Relations Officer:Senin-Sabtu: Pk 08.00 - 17.00 WIB
Karena sudah malam, gue ngirim email dulu ke customer service Prudential terkait pembatalan kedua polis itu, berharap kalau bisa dapat case number mungkin akan mempersingkat obrolan telepon besok. Untungnya customer service Prudential cukup gesit dan membantu, besok paginya sekitar jam 0820 WIB gue udah nerima balesan email dari mereka yang menjelaskan kalau mereka butuh konfirmasi pembatalan polis dengan interaksi telepon terekam dan menawarkan buat nelepon ke nomor gue di waktu yang gue mau *kalo ga punya telepon rumah, would be better buat ditelepon untuk menghindari perkara pulsa habis dan harus ngulang nelepon lagi*, tapi kalo beneran mau cepet ya telepon aja langsung ke customer line-nya.
Setelah itu tinggal verifikasi data aja lewat telepon, jelasin kasusnya, dan ikutin instruksi dari CS-nya aja. Beberapa hari kemudian gue dapat email kalau polisnya sudah dibatalkan. Untuk buku polisnya, disarankan untuk dikirim balik ke kantor pusat Prudential aja.
Jadi begitulah pengalaman gue yang dibodohi sama telemarketing asuransi. Padahal awalnya yang gue pikirin yaa "yaudalah dengerin aja, jadi marketing kan ga gampang.. toh cuma nawarin reward". Semenjak kasus ini gue beneran kapok mau ngeladenin telepon marketing ini-itu. Sebenernya kasus-kasus kayak gini nih yang bikin telemarketer yang beneran jujur dan serius malah jadi masuk spam call atau bahkan di-block sama orang-orang. Ayo dong, kalo mau nawarin produk lewat telemarketing atau media apa pun itu, yang jujur-jujur aja :')
Hati-hati ya, kawan-kawan!

No comments:
Post a Comment