9 Maret 2016, gerhana matahari total terjadi di Indonesia.
9 Maret 2017, ditetapkannya tanggal tersebut sebagai Hari Musik Nasional, tapi kemudian diperdebatkan karena ternyata ada pendapat lain yang menyatakan ultah W.R. Supratman lahir tanggal 19 Maret.
Lucu, ya. Semenjak empat tahun lalu gue selalu merhatiin berita-berita yang bakal muncul di hari ulang tahun gue. Kayaknya gara-gara hilangnya MH370 waktu itu jadi berita yang booming banget.
Untuk setiap orang, ulang tahun itu hari yang penuh momen, baik bersama keluarga, sahabat, pacar, atau siapa pun kita merayakannya--kita selalu mengingat cara kita melewatinya. Seperti beberapa tahun lalu ketika kita masih tinggal di Jakarta, nyokap selalu membuat adonan, mengukus, sampai mendekor kue ultah gue by herself. Atau ultah gue yang ke-9, bokap gue masuk rumah sakit untuk operasi batu ginjal. Itu pertama kalinya gue melewati ultah gue tanpa doi. Lalu pernah juga di hari ultah gue, doi ke pasar pagi-pagi, nunggu berjam-jam buat beliin gue buah cherry kesukaan gue, yang akhirnya nggak terlalu gue makan (nyesek banget ngingetnya). Tiga tahun lalu, abang gue pesenin cake bergambar Mashimaro, tokoh kartun kesukaan gue, sedangkan gue biasanya cuma beliin cake yang ready stock di toko kue ketika dia ultah. Dan tahun ini, bokap yang pesenin secara langsung kue ulang tahun gue. Hal-hal kecil seperti itu berasa amat istimewa ketika orang yang kita sayangi melakukannya untuk kita, apalagi mengingat September ini gue bakal merantau buat kuliah, itu berarti ultah tahun depan mungkin nggak bisa gue rayain bareng mereka lagi :'(
So here it is. Gue mau menuliskan sedikit cerita dari hari yang menyenangkan ini.
Sehari sebelum ultah gue yang "sebenarnya" adalah lunar birthday gue. Jadi hari itu gue udah dimasakin telor merah unyu sama nyokap. Hal-hal yang gue lakukan di hari itu tidak ada yang sangat berarti. Gue first blood *maap* BAB di kloset yang udah di-flush soda api oleh abang gue (nggak mampet loh, gais), gue ngemis-ngemis dibeliin tekwan, gue beli tekwan, gue makan dua bungkus tekwan, hingga sampailah pada petang hari pas gue lagi jemur baju di lantai atas. Berikut rekaman amatir dari abang gue:
Jadi ternyata, temen-temen gue sudah bersekongkol sama adik gue. Abang gue sok-sokan nemenin gue jemur baju di lantai atas, sambil ngobrol-ngobrol ngadem, katanya. Dan tiba-tiba ketika gue baru aja selesai berurusan dengan jemuran, datanglah mereka. Alhasil, keadaannya sepertireaksi anak autis yang akhirnya diadopsi gue didatangi tim "Bedah Rumah", muka ala-ala pembantu abis jemur baju, belum mandi, ngadem sambil duduk ngangkang, kemudian jadi dongo setelah melihat kerumunan orang yang berhasil merangkak naik dari tangga. Eh, yang merangkak paling terakhir itu ternyata si nyokap.
Setelah itu kita turun ke bawah buat acara potong-potongan daging sapi kue. Gue dan baju seharga RM5.00 yang gue beli di Malaysia--gue beli dua, gais, bisa buat giveaway nih.
Gue juga dikasih kado sama temen-temen loh, gais. Dan kado gue setelah dibongkar, isinya berupa...
Tadaaah!! Ini dikasihnya barengan sama container-nya, dan isinya kayak persediaan anak kos banget, tapi plus novel 'My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry'-nya Fredrik Backman yang sekarang baru gue baca seperempat buku. Gue suka banget kadonya, banyak banget notes yang bikin gemes. Thank you, anyway, Joseph and Vicha :)
Selain ini juga ada beberapa kado dari temen-temen lainnya juga yang sama berartinya buat gue--thank you.
Habis di surprise-in sama temen-temen gue, rencananya kita mau makan bareng, tapi karena ini lunar birthday gue yang terakhir di rumah, jadi gue janjiin traktir lusanya aja. Akhirnya gue out bareng keluarga. Pas pulang ternyata mereka juga nyiapin cake ultah buat gue yang dipesen langsung sama bokap--kayaknya diambil pas gue beli tekwan, nih.
So there, berlanjut ke hari ultah gue, yaitu 9 Maret kemarin. Kelas gue sempat foto-foto buat kenangan, katanya. Sebenarnya, nggak ada hubungan apa-apa sama hari ultah gue--tapi, yaudahlah, anggap aja ini foto ceritanya diambil khusus buat gue, hohohoho.
ini gue
↘
Yang pegangin kamera itu--yang mukanya bak koala--itu wali kelas gue. Narsis abis, emang.
Back to topic, malem harinya--pas gue lagi berencana buat mandi, terus lanjut ngerjain tugas proposal Bahasa Indonesia--ada sekumpulan manusia yang neriakin nama gue dari luar rumah. Gue bengong, memastikan utang gue sama ibu kantin sekolah udah gue lunasin dari kemaren-kemaren. Ketika gue sadari itu mereka-mereka si kawanan tukang bikin keributan, gue langsung melncur buatmandi ganti baju doang, yang penting nggak pake baju pramuka lagi gituloh. Dengan polosnya, mereka ngantre foto-foto sama gue, niat banget.
Gue gak tau apakah suatu hari nanti kalian akan mampir atau sekedar nyasar ke page ini. Semoga kalian nyasar ke sini ya! After all, it's an amazing 19th birthday for me.
Thank you Dad and Mom karena udah ngejagain gue dari kecil, selalu ada buat gue di saat-saat tersulit sekalipun, selalu menghadirkan masakan enak buat anak-anaknya.
Thank you my brothers yang udah ikut-ikutan dalam acara surprise-nya Joseph dan Vicha, soalnya biasa mereka nggak pernah berhasil and thank you, big bro, for the Mashimaro t-shirt you printed for me.
Thank you Josephine, Vichadya, Anida, Lina, Jeanny, Hokky, Rudianto, karena udah bikin surprise yang nggak gue sangka kalian bisa berhasil kali ini.
So here it is. Gue mau menuliskan sedikit cerita dari hari yang menyenangkan ini.
Sehari sebelum ultah gue yang "sebenarnya" adalah lunar birthday gue. Jadi hari itu gue udah dimasakin telor merah unyu sama nyokap. Hal-hal yang gue lakukan di hari itu tidak ada yang sangat berarti. Gue first blood *maap* BAB di kloset yang udah di-flush soda api oleh abang gue (nggak mampet loh, gais), gue ngemis-ngemis dibeliin tekwan, gue beli tekwan, gue makan dua bungkus tekwan, hingga sampailah pada petang hari pas gue lagi jemur baju di lantai atas. Berikut rekaman amatir dari abang gue:
Jadi ternyata, temen-temen gue sudah bersekongkol sama adik gue. Abang gue sok-sokan nemenin gue jemur baju di lantai atas, sambil ngobrol-ngobrol ngadem, katanya. Dan tiba-tiba ketika gue baru aja selesai berurusan dengan jemuran, datanglah mereka. Alhasil, keadaannya seperti
![]() |
| Sapu itu properti foto yang dikasih sama adik gue biar makin ada feel-nya |
Gue juga dikasih kado sama temen-temen loh, gais. Dan kado gue setelah dibongkar, isinya berupa...
Tadaaah!! Ini dikasihnya barengan sama container-nya, dan isinya kayak persediaan anak kos banget, tapi plus novel 'My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry'-nya Fredrik Backman yang sekarang baru gue baca seperempat buku. Gue suka banget kadonya, banyak banget notes yang bikin gemes. Thank you, anyway, Joseph and Vicha :)
Selain ini juga ada beberapa kado dari temen-temen lainnya juga yang sama berartinya buat gue--thank you.
Habis di surprise-in sama temen-temen gue, rencananya kita mau makan bareng, tapi karena ini lunar birthday gue yang terakhir di rumah, jadi gue janjiin traktir lusanya aja. Akhirnya gue out bareng keluarga. Pas pulang ternyata mereka juga nyiapin cake ultah buat gue yang dipesen langsung sama bokap--kayaknya diambil pas gue beli tekwan, nih.
![]() |
| 20th Lunar Birthday |
![]() |
| Tenang gais, itu muka adik gue, kok--bukan kuskus tanah |
↘
Yang pegangin kamera itu--yang mukanya bak koala--itu wali kelas gue. Narsis abis, emang.
Back to topic, malem harinya--pas gue lagi berencana buat mandi, terus lanjut ngerjain tugas proposal Bahasa Indonesia--ada sekumpulan manusia yang neriakin nama gue dari luar rumah. Gue bengong, memastikan utang gue sama ibu kantin sekolah udah gue lunasin dari kemaren-kemaren. Ketika gue sadari itu mereka-mereka si kawanan tukang bikin keributan, gue langsung melncur buat
Gue gak tau apakah suatu hari nanti kalian akan mampir atau sekedar nyasar ke page ini. Semoga kalian nyasar ke sini ya! After all, it's an amazing 19th birthday for me.
Thank you Dad and Mom karena udah ngejagain gue dari kecil, selalu ada buat gue di saat-saat tersulit sekalipun, selalu menghadirkan masakan enak buat anak-anaknya.
Thank you my brothers yang udah ikut-ikutan dalam acara surprise-nya Joseph dan Vicha, soalnya biasa mereka nggak pernah berhasil and thank you, big bro, for the Mashimaro t-shirt you printed for me.
Thank you Josephine, Vichadya, Anida, Lina, Jeanny, Hokky, Rudianto, karena udah bikin surprise yang nggak gue sangka kalian bisa berhasil kali ini.
Thank you Yora, Meriyanti, Suryani for the 6th Mashimaro in da house--by the way, namanya Marble.
Thank you Oktaviana, Rosalinda, Lyna, Elvianti, Alex, Herman, Ferdinand, Riady, Budiman, and Tjoa untuk surprise-nya juga.
Thank you my sister, Delfina and her pet, Zhaew--walaupun nggak ada di tempat tapi selalu ngirimin video greeting buat gue tiap tahun.
Last but not least, thank you so much for all wishes and greetings from all of my friends yang nggak bisa gue sebut semua namanya.
Thank you Oktaviana, Rosalinda, Lyna, Elvianti, Alex, Herman, Ferdinand, Riady, Budiman, and Tjoa untuk surprise-nya juga.
Thank you my sister, Delfina and her pet, Zhaew--walaupun nggak ada di tempat tapi selalu ngirimin video greeting buat gue tiap tahun.
Last but not least, thank you so much for all wishes and greetings from all of my friends yang nggak bisa gue sebut semua namanya.
xoxo,
Diana Lin.







No comments:
Post a Comment